Senjata Ampuh Seorang Entrepreneur
Seorang entrepreneur yang baik harus mempunyai jiwa pemimpin(Leadership).
Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, sangat ditentukan oleh
pemimpinnya.
Lingkaran pusat kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi
merupakan seni atau cara untuk menyampaikan sesuatu, agar orang lain
memahami kita. ”Komunikasi merupakan ketrampilan paling penting dalam
hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk
berkomunikasi ” kata Stephen R. Covey. Dalam
memecahkan masalah bawahan, kita cenderung untuk menyerbu masuk, untuk
memperbaiki segala sesuatu dengan nasihat yang baik. Tetapi seringkali
kita mengalami kegagalan, terutama kegagalan dalam meluangkan waktu
untuk mendiagnosis masalah untuk benar-benar mengerti secara mendalam
masalahnya terlebih dahulu. Kita biasanya berusaha untuk lebih dahulu
dimengeri. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengeri
tetapi mereka mendengar untuk menjawab. Mereka bersiap untuk berbicara,
menyaring segalanya melalui paradigma mereka sendiri, membacakan
autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain. Untuk berusaha
mengerti lebih dahulu, kita membutuhkan perubahan paradigma yang tidak
mudah. Kita sejak kecil telah diajarkan berbicara, menulis dan membaca. Kita tidak diajarkan, bagaimana caranya mendengar yang baik itu.
Mendengar ada beberapa tingkatan, mulai dari tidak berusaha mendengar,
pura-pura mendengar, mendengar hanya bagian yang kita senangi saja,
mendengar dengan penuh perhatian dan mendengar aktif
mendengar aktif merupakan titik pusat komunikasi.
Mendengar aktif lebih efektif digunakan, apabila
lawan bicara mempunyai masalah. Mulai dari masalah yang
dialami anak-anak, remaja, orang tua sampai masalah di perusahaan.
Tujuan mendengar aktif adalah membantu lawan bicara beralih dari masalah
yang tampak ke masalah yang mendasar atau masalah yang sesungguhnya,
mencegah Anda memberikan pemecahan masalah, membantu lawan bicara
memecahkan masalah secara mandiri dan merangsang hubungan yang lebih
hangat.
Mendengar aktif adalah
mendengar dengan merespon perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara.
Dengan merespon, perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara, maka lawan
bicara akan senang sekali, karena perasaannya dapat dilesap sedikit
demi sedikit, bisa menjadi lebih ramah dan rasa sayang lebih mendalam.
Lawan bicara akan mulai mendengarkan Anda dan menjadi lebih
bertanggungjawab. Anda tidak harus menjadi “orang super”.
Salah seorang staf saya, sering sekali tidak masuk kantor.
Biasanya bagian personalia memanggil dan memintanya untuk masuk dan kadangkali diberi peringatan. Seringkali
hal itu justru karyawan tersebut malah lebih sering tidak masuk kerja.
Pengalaman saya mengajarkan bahwa tidak demikian dalam menangani
karyawan tersebut. Saya melakukan dengan mendengarkanm secara aktif
mengapa ia tidak masuk kerja. “Apa ada masalah, kenapa Anda sering tidak
masuk kerja?” saya bertanya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat “Apa mungkin
saya dapat membantu Anda?” kata saya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat.
“Tetapi kenapa?” tanya saya. “Begini Pak. Pembantu saya, pada saat saya
mau berangkat kerja pacaran dengan anak SMA, sehingga saya menunggu
sampai anak SMA tersebut berangkat atau kadang-kadang sering tidak
masuk. Dengan pembantu pacaran tersebut, anak saya yang palingkecil
tidak terpelihara, bahkan pernah anak saya masuk ke kolam, sehingga
sayakan khawatir sekali Pak” jawabnya. “Apa yang dapat saya Bantu, agar
permasalah tersebut dapat selesai?” Tanya saya. “Saya dapat
menyelesaikannya sendiri” jawabnya. Sejak saat itu, staf saya tersebut
selalu masuk.
Dari situlah kita dapat mengetahui
permasalah utamanya, mengapa ia sering tidak masuk. Dengan mendengar
aktif, kita tidak perlu memecahkan masalahnya, tetapi ia dapat
menyelesaikannya sendiri. Mendengar aktif merupakan titik pusat
komunikasi, salah satu yang menentukan dalam keberhasilan seorang entrepreneur. Mendengar aktif merupakan senjata ampuh bagi seorang entrepreneu.....
Wassalam
By M.Suyanto Consulting